-==SH4NT1==-

Saturday, January 20, 2007

SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARAM 1428 H
Perayaan Tahun Baru Hijriah kali ini kelihatannya lebih meriah dibanding tahun lalu. Banyak pihak-pihak yang tidak ingin ketinggalan dengan momen keagamaan ini.
Salah satu perayaan Tahun Baru Islam yang menarik minat saya yaitu yang ada di Surabaya. Kemarin aku lihat ditelevisi banyak anak'' tk yg merayakan tahun baru islam ini.dulu waktu aku didesa saat malam tahun baru hijriah kek gini pasti kami merayakannya di masjid dengan orang'' disekitar kami menyelenggarakan perayaan pergantian tahun itu dengan cara khusuk beribadah sebagai tanda syukur bahwa kita masih diberikan bermacam-macam nikmat sampai tahun yang baru datang lagi.

Seperti yang lain, saya juga berharap semoga di tahun yang baru ini menjadi manusia yang lebih baik lagi dan lebih dekat kepada Allah SWT. Amin. Selamat Tahun Baru….
And satu lagi ku berharap di tahun ini alloh cepat mempertemukan kakakku Amin-Amin ya robal Allamin.

Thursday, December 14, 2006

Aku bingung
apa yang sebenarnya terjadi antara aku dia dan keluargaku,disatu sisi aku sangatlah mengewatirkan keadaan keluargaku dirumah and keberadaan kakak aku nan jauh dimana dia berada,tapi disisi lain ku memikirkan doi yang gak taw apa maunya dia,dia bilang doi bisa nerima aku apaadanya doi cuma butuh kesetiaan dan kesabarankku meskipun dia masih 6 bulan kemudian aku aku menemuinnya tapi aku dah cukup sabar dan setia untuk menanti saat itu,tapi maren kita sempat salah paham entah apa yang ada dibenaknya aku gak taw doi bilang"klo akhir''ini aku cuek bangett gak perhatian ama dia"seharusnya dia klo dia benar''bisa nerima aku apa adannya harusnya dia ngertiin donk posisi aku disini,klo ku cuman buruh disini,ku juga tak bisa cuman chat doank tuk ngobrol ma dia dari seumur''aku gak pernah dituntun oleh siapapun ku selalu dikasih kebebasan,tapi ku juga ngerti keadaan dan apa yang harus aku lakuiin meskipun bebas ku juga taw batas,maren aku juga dah nyadar dan ngaku salah ke doi,ku juga minta maaf juga klo ku sering off gak pernah pamit ma dia tapi aku gak taw lagi klo dia gak bisa ngertiin dan mahami aku,meskipun dalam canda dulu juga pernah bilang klo aku gak bisa peka terhadap pasangan and juga aku gak bisa korban untuk dia selama ini ku dah berusaha tuh jadi kekasih yang baik dan setia tapi ku tetap aja seorang cewek yang egois dan tolol yang gak bisa perhatian ma doi.Ya alloh apakah ini takdir Mu atau kah karma yang engkau berikan padaku ditahun 2003 yang lalu ku telah melalukan kesalahan yang besar dan menimbulkan penderitaan orang lain meskipun kulakuka tanpa kesengajaan ku menyadarin atas kesalahan itu................Ya alloh tabahkanlah hatiku dan sabarkanlah aku untuk menjalani cobaan ini ,Tunjukan aku kejalan lurusmu untuk mengapain masa depanku Serta lindungilah keluargaku dari mara bahaya apapun Amin.

Wednesday, December 13, 2006

Menjelang akhir tahun 2006 ini beberapa kasus spektakuler mencuat....
YZ kesandung video mesum. Tidak hanya kesandung, tapi jatuh dan tertimpa buldozer. Media pun melakukan kejahatan sosial dengan berkali-kali menampilkan cuplikan video sebagai pengantar ancara, kasihan keluarganya. Teganya..

Aa Gym, nikah lagi. Ini bukan masalah tapi dimasalahkan.. ya manusia banyak yang rese, keluargannya Aa Gym adem-adem saja, e malah media yang kebakaran jenggot. Kenapa juga rumah tangga orang diributin? Teh Nini saja gak ribut kok.

Alda tiba-tiba meninggal dengan cara yang mengenaskan, dan hari ini ibundanya ditangkap polisi. Sungguh bukan main cobaan dan kedukaan yang dialami keluarganya.

Saya tercenung, alangkah sulitnya menjaga diri dan keluarga dari noda-noda..

Ya Allah berikan kekuatan pada hamba Mu ini
semoga hamba kuat menahan godaan dunia ..
somoga keluarga hamba kuat menahan godaan dunia..
tunjukan kami jalan yang lurus.. dan berikan kesanggupan pada kami untuk selalu dijalan Mu.. aamiin

Wednesday, November 22, 2006

My Love
Di siang hari yang panas ini,aq termenung seorang diri.
merenungi arti hidup ini.
banyak pekara di dalam hidup ini yang tak pernah kumengerti.
mengapa semuanya harus terjadi.
terkadang terlintas dalam pikiran ini.
masih adakah cinta sejati di dalam dunia yang ini.
Ya alloh tolonglah diriku yang hina ini,yang penuh denagn dosa

Telah lama aq berjalan sendiri di tengah dunia yang ini.
mencari arti hidup sejati.
mencari kedamaian hati.
mencari cinta sejati.

bagaikan kapal yang berlayar di tengah samudera yang tak bertepi.
berkelana mencari tempat untuk menepi.
Akankah kutemukan pelabuhan hati
tak ada yang mengerti
biarkan ini jadi misteri ilahi

Disaat kesepian menyerang hati ini
ku coba untuk menghibur diri
dengan bermanja-manja degannya
walau kutahu itu tak akan mengobati rasa gelisahku ini
tapi kan tetap kucoba mensyukuri'
stiap berkat tuhan yang tuhan beri dalam hidup ini

Kemanakah ku kan pergi lagi,tuk mencari arti kehidupan ini
sudah banyak tempat yang aq datangi
sudah banyak masa yang aq lalui
tapi masih saja tak ku temukan jati diri ini
ku tak mau terus hidup seperti ini
hidup bagaikan mumi yang tak berhati

Ku pejamkan mata ini
mencoba tuk melupakan smua hal yg telah terjadi
tp semakin kumencoba,smakin sesak hati ini
tak aku ingkari hanya dia satu-satunya
yang dapat menghidupkan rasa cinta ini yg telah lama mati
tapi aq mengerti bahwa itu tak mungkin terjadi
karena aq hanya bisa menganggumi tanpa bisa memiliki
engkaulah terang di dalam hati ini
jalan bagi hidupku yang kelam ini
ingin kuakhiri smua yang telah terjadi
tapi ku tak kuasa tuk memungkiri
rasa cinta yang tumbuh di hati ini

Gila-gila remaja
Oleh: Omar Marzuki




Dunia remaja memang dunia yang sukar difahami. Dibandingkan dengan tahap perkembangan lain, remaja memiliki karektor yang unik dan sensitif. Tentunya dalam batasan usia antara 10-24 tahun, remaja mengalami proses peralihan dari kanak-kanak menuju alam dewasa. Perubahan hormon yang terjadi memberikan pengaruh yang besar terhadap perubahan fizikal, emosi serta sosial yang sedikit sebanyak dipengaruhi oleh persekitarannya. Salah satu karektor remaja yang selalu menjadi masalah adalah proses pencarian identiti diri. Remaja sentiasa dituntut oleh masyarakat untuk dapat menjelaskan siapakah diri mereka, apakah peranan dan makna dirinya pada masyarakat. Sedangkan dalam masa yang sama mereka memiliki keinginan untuk berbeza daripada orang lain, sehingga akibat daripada itu mereka berusaha menampilkan diri mereka agar menarik perhatian masyarakat. Kebingungan yang dialami oleh remaja dalam menentukan siapakah diri mereka inilah sebenarnya merupakan punca terjadinya penyimpangan dalam kehidupan remaja.



Jika remaja bertanya pada diri mereka sendiri: "Who am I?" maka pertanyaan itu tidak pernah akan terjawab dengan pasti. Yang ada dalam fikiran hanyalah "I wanna be like him" atau "I don't know who I am". Lantaran itu remaja mencari model yang diidolakan mereka. Semakin mereka mengadaptasikan diri mereka pada idola mereka, mereka akan semakin kehilangan identiti diri dan menjadi tidak asli lagi. Sehingga ketika mereka berkata "It's my life", padahal hati mereka tetap berdilema "Is it my life?".



Sebenarnya terdapat banyak ciri yang mengidentitikan seseorang atau sekelompok remaja itu sebagai ‘gila-gila remaja’. Segolongan daripada mereka berseluar ketat, hidung dan telinga bertindik (termasuk lelaki), tato penuh dilengan, model rambut yang mohawk serta bergaya ala punk. Manakala sebahagian lain pula bergaya casual, hip-hop, free style bahkan retro dengan potongan rambut pendek seperti lelaki. Mereka ini mahu supaya masyarakat melihat mereka sebagai remaja padahal hal itu belum tentu sesuai dengan jati diri mereka.



Kesilapan dalam menentukan langkah memberi kesan yang pelbagai pada diri remaja hingga ada yang rela mengorbankan tubuhnya untuk diracuni oleh berbagai jenis dadah termasuk pil estacy dan sebagainya. Awalnya hanya sedikit-sedikit tetapi akhirnya terlebih dos. Namun itulah kata mereka bahawa “gaya hidup seperti itu adalah gaya hidup remaja masa kini. Jangan sampai ketinggalan zaman!” Dengan itu potongan baju dan ‘style’ rambut disesuaikan dengan mode terkini, bahkan gaya hidup selebriti ditiru. Free sex mewarnai kehidupan mereka, check in hotel, chalet atau mana-mana tempat yang dirasakan selesa melakukan projek. Demikianlah kenyataannya kehidupan anak-anak remaja zaman sekarang. Semuanya adalah refleksi kehidupan remaja yang mengaku mempunyai kehidupan moden. "It's my life".



Realiti yang jelas pada hari ini, isu golongan remaja ternyata telah mendapat perhatian serius daripada masyarakat dunia dan secara keseluruhannya kita semua sudah maklum akan kecelaruan hidup mereka yang sebenarnya mahukan kebebasan. Tetapi kebebasan yang mereka pertontonkan kepada masyarakat bukanlah dalam ertikata kebebasan yang positif dan memberi manfaat untuk semua atau pun diri mereka sendiri malah kebebasan itu merosakkan maruah diri, bangsa, agama dan negara. Mereka sebenarnya terpenjara oleh hawa nafsu yang dikawal ketat oleh warder-warder penjara berupa syaitan yang sentiasa menjadi pujaan mereka. Oleh itu adalah penting untuk diperbetulkan gaya hidup remaja sebegini yang semakin hari semakin sesat dan melampui batas. PBB sendiri telah menetapkan satu hari khusus untuk remaja yang dinamakan International Youth Day. Idea ini dicetuskan oleh General Assembly PBB pada tahun 1999 dan menetapkan bahawa tanggal 12 Ogos merupakan hari remaja sedunia. Ia merupakan hari bagi mengingatkan para remaja sedunia agar melihat kembali jati diri mereka yang sebenarnya dan mengenalpasti siapakah diri mereka dalam menentukan kehidupan selanjutnya. Menurut kajian yang dibuat oleh PBB juga, sekarang ini jumlah golongan remaja di bawah umur 25 tahun telah mencapai hampir separuh dari populasi dunia. Maka jika gejala sosial golongan remaja ini tidak dibendung secepat mungkin dibimbangi suatu hari kelak manusia akan menuju kehancuran dan bersifat kehaiwanan justeru hilangnya sifat kemanusiaan yang diamanahkan memikul tanggungjawab selaku khalifah Allah di muka bumi ini.



Maka bagaimana dengan kesudahan remaja kita sekarang ini? Jika diperhatikan, hakikatnya remaja yang ada di sekitar kita, keadaannya masih jauh dari apa yang diharapkan. Hanya sebilangan kecil yang boleh diletakkan harapan sedangkan sebahagian besarnya pula amat membimbangkan. Kedapatannya mereka gagal berfikiran rasional sehingga terjebak dan ketagih dengan pelbagai trend yang langsung tidak bermanfaat. Para remaja kita lemas dengan kesenangan hidup dan tidak begitu gemar menghadapi cabaran. Hanya dengan sedikit cubaan hidup yang melanda, mereka terus hilang pedoman, jiwa rasa tertekan lantas terus memberontak. Tidak sedikit daripada para remaja seperti ini hilang arah, terus lari dari rumah, membunuh diri dan sebagainya. Mereka tidak biasa menghadapi situasi gawat seperti peperangan dan lain-lain. Oleh sebab itu kehidupan mereka sentiasa inginkan keseronokan dan dilimpahi kemewahan. Tiada apa yang boleh menghalang mereka daripada mengikut arus peredaran dunia semasa terutama sekali yang datang dari benua barat kerana itulah yang dianggap paling sensasi dan bergaya.



Memang tidak dinafikan bahawa golongan remaja juga sebenarnya berhak memilih cara hidup mereka sendiri terutama dalam mencari erti kebebasan. Namun dalam hal ini, setiap kegiatan remaja mestilah diawasi biar sesuai dengan situasi dan keadaan masyarakat setempat yang mempunyai adat dan budaya. Apatah lagi dalam sebuah negara yang memperjuangkan prinsip Islam Hadhari. Tentu sekali kita tidak mahu lagi mendengar isu berkenaan tindakan pihak JAWI yang menangkap segolongan remaja di sebuah disko terkemuka di ibu kota dengan kata mereka "Sedangkan ibu bapa kami tidak menghalang kami untuk berhibur, kenapa pula orang lain seperti JAWI sibuk-sibuk untuk menjaga kami?” Apa yang menyedihkan, remaja seperti ini menganggap hak dan kebebasan mereka tidak perlu disekat oleh sesiapa sahaja waima pihak JAWI sendiri, iaitu badan yang ditubuhkan oleh kerajaan untuk menjaga kesucian dan keharmonian agama dan umat Islam di negara ini.



Kesimpulannya para remaja sekarang telah lupa siapakah diri mereka? Mereka lupa bahawa mereka orang Islam! Mereka lupa bahawa mereka ada agama! Mereka lupa bahawa mereka adalah generasi pelapis pemimpin akan datang. Jika mereka rosak maka rosaklah generasi seterusnya. Remaja kita lupa bersyukur! Akibat lupa dan alpa inilah mereka memilih gaya hidup bebas seperti orang tidak beragama padahal setiap agama itu mengarahkan penganutnya ke arah kebaikan.



Maka selaras dengan dasar kerajaan untuk menerapkan nilai-nilai Islam Hadhari kepada rakyat Malaysia, cubalah kita fikirkan adakah kita harus membiarkan rakan-rakan remaja kita seperti ini terus hanyut begitu sahaja. Atau dengan perkataan lain kita biarkan apa jua pilihan mereka dan apa pun yang dilakukan oleh mereka, kerana baik buruknya akan mereka tanggung sendiri. Sebenarnya dalam keadaan ini kita juga menanggung dosa sekalipun kita tidak terlibat melakukannya. Inilah prinsip persaudaraan di dalam Islam iaitu saling berpesan-pesan dengan kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran. Setiap orang wajib mencegah kemungkaran yang berlaku walau dengan apa cara sekalipun selagi mampu. Maka dalam hal ini nasihatilah rakan sebaya kita agar mereka kembali ke pangkal jalan kerana apa gunanya kawan jika sanggup senang bersama, susah sendiri. Pimpinlah mereka ke pangkal jalan kerana Allah telah berjanji bahawa kebenaran itu akan menang menewaskan kebatilan. Oleh itu bertindak pantaslah, jangan dibutakan mata dan dipekakkan telinga!

Tuesday, November 21, 2006

Hidup Penuh Makna dan Keindahan
Hidup itu Indah. Saya mengatakan kalimat ini dengan sungguh-sungguh. Hidup yang indah bukanlah sebuah puisi atau pun ungkapan yang berlebihan. Hidup yang indah bukanlah kata-kata yang dikemas untuk menghibur orang-orang yang “kurang beruntung”.

Hidup yang indah adalah suatu kenyataan, sesuatu yang real, sesuatu yang bisa kita nikmati setiap hari bahkan setiap saat. Jangan menyamakan hidup yang indah dengan memiliki uang yang banyak. Banyak orang yang memiliki harta banyak tapi tidak dapat merasakan keindahan hidup ini.

Bagaimana bisa indah kalau hidup senantiasa diwarnai ketakutan, ketidaktentramandan berbagai kecemasan ? Keindahan hidup sebenarnya tidaklah ditentukan oleh sesuatu itu sendiri tetapi pada cara memandang pada jendela yang kita gunakan untuk melihat dunia. (Arvan Pradiansyah)

Sinopsis :
Menikmati hidup mestinya tidak sulit. Namun kenapa banyak orang sulit menikmati hidup ? Dalam buku ini penulis memberikan paparan dalam 4 Bab agar Anda bisa menilai bahwa Life is Beautiful. Ikut pemikiran penulis dalam setiap Bab-nya, baru Anda akan memahami memang life is beautiful.

Satu contoh yang dipaparkan penulis dalam Bab I yakni jika Anda punya masalah, berbahagialah. Mungkin pada pemikiran umum, apakah itu sangat logis ? Menurut penulis, semua masalah adalah rahmat terselubung bagi kita. Mereka ‘berjasa’ karena dapat membuat kita lebih baik, lebih arif, lebih bijaksana dan lebih sabar. Untuk mencapai kesuksesan, Anda perlu memiliki Adversity Quotient yakni kecerdasan dan daya tahan yang tinggi menghadapi masalah (hal 41).

Penulis juga memberikan tips bagaimana agar kita bisa melihat keindahan dunia melalui ‘jendela’. Satu diantaranya, pasrah. Menurut penulis, pasrah tidak sama dengan menyerah. Pasrah justru sebuah sikap proaktif, sebuah perjuangan habis-habisan untuk melakukan apapun yang bisa kita lakukan sekaligus menyadari akan adanya suatu kekuatan yang bekerja di luar kontrol kita (hal 106).

Untuk menuju sumber keindahan, penulis mengatakan, banyak cara. Ini dipaparkan dalam Bab ke 4, diantaranya, dengan membuka pintu hati, menjaga hati atau pikiran, Tuhan dalam Bahasa Cinta.


Sebuah perubahan besar akan terjadi kalau kita mengubah cara kita melihat dunia. Dengan gaya bercerita dan bertutur yang sangat inspiratif, buku ini akan menunjukkan sisi-sisi kehidupan yang teramat indah.

Membaca buku ini akan membuat Anda sadar bahwa keindahan bukanlah terletak pada sesuatu itu sendiri, tetapi pada ‘jendela’ yang kita gunakan untuk melihat dunia. Bagi yang ingin merasakan keindahan hidup, buku ini bisa jadi pilihan. Sekaligus banyak wawasan baru, Anda temukan didalamnya.

ARTIKEL
Oase Ramadhan
7 Ciri Orang Yang Sukses Berpuasa
Allah mewajibkan orang-orang yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan sebagaimana terkandung dalam surat Al Baqarah:183, memiliki tujuan yang jelas, yakni untuk menjadi hamba yang bertaqwa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Jika seorang musafir sukses menempuh jalan yang dilaluinya, maka ia akan sampai di kota tujuan. Demikian pula, jika seorang yang beriman sukses dalam menjalankan ibadah puasa, maka ia akan sampai pada tujuan puasa itu, yakni menjadi hamba yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa (takut kepada Allah SWT) teraplikasi dalam diri seseorang dengan mengerjakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Orang yang beriman adalah orang yang takut kepada Allah dengan seluruh anggota badannya. Sebagaimana dikatakan oleh Al Faqih Abul Layts, bahwa tanda ketakutan kepada Allah SWT. itu tampak pada tujuh hal. Yaitu
1. Lidahnya. Ia mencegah dari berkata dusta, menggunjing, memfitnah, menipu, dan perkataan yang tidak berguna. Sebaliknya, ia menyibukkan dengan zikir kepada Allah SWT, membaca Al Qur’an, dan menghafal ilmu. Demikianlah orang yang sukses dalam menjalankan puasa Ramadhan. Dalam kesehariannya, sudah tidak tampak lagi kata-kata kotor keluar dari lisannya.

2. Hatinya. Orang yang mukmin dan bertaqwa akan mengeluarkan dari dalam hatinya rasa permusuhan, kedengkian, hasut kepada teman, ujub dan sombong. Sebab hasud dapat menghapus kebaikan, sebagaimana sabda Nabi saw, “Hasut memakan kebaikan seperti api membakar kayu bakar”. Hasut termasuk penyakit berbahaya dalam hati. Penyakit-penyakit hati tidak akan dapat diobati kecuali dengan ilmu dan amal. Orang yang sukses menjalankan ibadah puasa, akan tampak keceriaan dan ketenangan pada wajah mereka, karena mereka berhasil mengenyahkan dengki dan rasa permusuhan dalam hatinya.

3. Pandangannya. Seorang yang sukses dalam ibadah Ramadhan, ia tidak akan lagi memandang sesuatu yang diharamkan. Pandangannya pun tidak ditujukan kepada keduniaan dengan penuh cinta. Sebaliknya, ia akan memandang untuk mengambil hikmah dibalik apa yang ia lihat. Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang memenuhi kedua matanya dengan pandangan yang haram, niscaya pada hari kiamat Allah SWT. akan memenuhi kedua matanya dengan api neraka”

4. Perutnya. Orang yang takut kepada Allah tidak akan memasukkan makanan yang haram kedalam perutnya. Sebab hal itu merupakan dosa dan penghalang terkabulnya do’a. Sebagaimana sabda Rosulullah saw “Apabila satu suap makanan yang haram jatuh ke dalam perut anak adam, setiap malaikat di langit dan bumi melaknatnya selama suapan itu berada dalam perutnya. Jika ia mati dalam keadaan itu, tempat kembalinya adalah neraka jahannam.”

Demikian pula cerita yang dikisahkan oleh Abu Hurairah ra. “Seorang laki-laki yang mengadakan perjalanan jauh (untuk ibadah), rambutnya tidak tersisir dan badannya lusuh. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berdo’a “Ya Tuhanku-Ya Tuhanku” tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan selalu disuapi dengan barang haram, lalu bagaimana mungkin dia dikabulkan?”

5. Tangannya. Orang yang takut kepada Allah SWT dan sukses menjalan ibadah Ramadhan, tidak akan menjulurkan tangannya untuk sesuatu yang tidak diridloi Allah SWT. sebaliknya ia hanya akan mejulurkan tangannya untuk sesuatu yang mendatangkan ketaatan kepada Allah SWT. Ia menggunakan tanggannya untuk memegang mushaf Al Qur’an, bersedekah, bekerja dan menolong orang lain. Rosululloh saw bersabda “Allah senantiasa akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya”, demikian pula sabda beliau “Siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari kiamat”

6. Kakinya. Orang yang takut kepada Allah dan sukses menjalankan ibadah Ramadhan, tidak akan melangkahkan kakinya untuk melangkah kepada kemaksiatan, ia hanya melangkahkan kakinya dalam rangka mencari ridlo Allah SWT. Ia melangkah untuk menghadiri jama’ah di masjid, menghadiri majelis ta’lim, melangkah untuk mencari rizki yang halal dan barokah bagi keluarga yang ia cintai.

7. Ketaatannya. Ia menjadikan ketaatannya semata-mata untuk mencari ridlo Allah SWT serta takut akan riya dan kemunafikan. Ketaatannya tidak bertambah jika disaksikan banyak orang, juga tidak berkurang ketika tidak disaksikan seseorang. Tetapi ketaatannya senantiasa ia kerjakan baik ketika disaksikan orang maupun tidak.

Jika ciri-ciri ini terdapat pada diri seorang mukmin, maka bergembiralah ia, karena ia termasuk orang yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): ‘Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman’. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya” [Al Hijr: 45-48].



Menghidupkan Malam Ramadhan

"Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)." (QS: Al Muzamil 2 - 7)

Surat Al Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Qalam. Al Muzzammil berati orang yang berselimut. Lafadz Al Muzzammil diletakkan pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan orang yang berselimut adalah Nabi Muhammad sholollah alaihi wassalam.

Pokok-pokok isinya adalah petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan oleh Rasulullah sholollah alaihi wassalam untuk menguatkan rohani guna persiapan menerima wahyu, yaitu dengan bangun di malam hari untuk bersembahyang tahajjud, membaca Al Quran dengan tartil; bertasbih dan bertahmid; perintah bersabar terhadap celaan orang-orang yang mendustakan Rasul. Akhirnya kepada umat Islam diperintahkan untuk bersembahyang tahajjud, berjihad di jalan Allah, membaca Al Qur'an, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, membelanjakan harta di jalan Allah dan memohon ampunan kepada Allah Ta'ala.

Di negeri kita telah menjadi tradisi di setiap malam-malam Ramadhan dihidupkan dengan Shalat Tarawih. Shalat Tarawih merupakan amalan sunnah yang mampu membawa dampak perubahan jiwa dan kecerdasan ruhiah jika dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah. Pada tuntunan yang afdlol, lebih utama adalah laksanakan Shalat Tarawih di sepertiga akhir malam dan atau dimulai tengah malam. Pelaksanaan sholat dilakukan secara khusyu', tuma'ninah dan tawadu'.

Mohon maaf tidak seperti saat ini, di mana Shalat Tarawih dilaksanakan secara cepat, tergesa-gesa, seakan-akan hanya bentuk formalitas saja. Akhirnya jauh dari makna dan tujuan Shalat Tarawih dilaksanakan. Akhir Ramadhan hasil Shalat Tarawih tak dapat dirasakan. Buktikan saja jamaah Shalat Tarawih yang memenuhi masjid dan mushola saat ini, namun setelah usai Ramadhan habis, hilang sehingga yang jamaah Shalat Isya' tidak ada lagi.

Bagi orang-orang yang menghidupkan Ramadhan dengan qiyamul lail disifati oleh Allah Ta'ala "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan" (QS Sajdah 16). Yang dimaksud Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya yaitu mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.

Ayat ini pernah dibacakan oleh Nabi Muhammad di hadapan Muadz, tatkala Muadz bertanya kepada beliau. "Ya Rasululallah beritahukan kepada kami suatu perbuatan yag bisa memasukkan diriku ke surga dan menjauhkan diri kami dari kobaran api neraka," kemudian Rasulullah menjawab dengan sabdanya "Bukankah aku pernah menujukkan kepadamu tentang pintu kebaikkan. Puasa adalah pintu surga. Shodaqoh serta shalat di tengah malam itu bisa memadamkan kesalahan, sebagaimana air mampu memadamkan api. Kemudian Rasululallah membacakan ayat ke 16 surat as Sajdah tersebut.

Mengapa harus menghidupkan malam Ramadhan dengan bersujud dan berdzikir? Ibadah ini merupakan kunci kesuksesan komunikasi seorang hamba dengan Al Kholiqnya. Melalui mediasi sujud dan dzikir akan mendapatkan puncak kehambaan dan ketaqwaan. Hasilnya adalah hamba-hamba penuh syukur, selalu sabar, tawakkal dan penuh optimisme. Sebagaimana dijelaskan Al Baqoroh 45 hasil sujud adalah sabar dan jadi media penolong. "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'."

Mengapa saat ini budaya menghidupkan Ramadhan tidak dengan sujud secara khusyu' di sepertiga malam? Fenomena salah kaprah bahwa Shalat Tarawih cukup dilaksanakan seusai Isya' karena masyarakat awam tidak memiliki kesiapan mental untuk menghidupkan sepertiga malam. Ini sebenarnya keberhasilan syaithon dalam memasang perangkap agar umat Islam tidak mengambil keutamaan dalam ibadahnya. Secara umum disebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abu Huroiroh, Rasulullah, bersabda: "Diikat oleh syetan di atas kuduk seseorang kamu. Apabila ia tidur, tiga ikatan. Dan setan itu menali tiap-tiap ikatan padamu sepanjang malam, lalu tertidurlah kamu. Kalau terbangun dan berdzikir kepada Allah Ta'ala, niscahaya terbukalah satu ikatan. Kalau berwudlu maka terbukalah satu ikatan. Dan kalau mengerjakan sholat, maka terlepaslah satu ikatan. Sehingga ia menjadi rajin dan baik jiwanya. Kalau tidak demikian ia akan menjadi keji jiwanya dan malas."

Tidak menghidupkan sepertiga malam dengan sujud dan dzikir berarti syaithon telah berhasil mengikat kita. Ikatan tersebut tidak kita lepas dengan sujud dan dzikir. Akibatnya di siang harinya kita menjadi manusia yang berjiwa keji dan pemalas. Kunci menghilangkan jiwa kering, hati keras, perangai kasar dan perilaku pemalas adalah dengan cara sepertiga malam memperbanyak sujud dan dzikir.

Keutamaan menghidupkan malam dengan sujud dan dzikir sebagaimana dijelaskan dalam hadits mursal, Nabi bersabda, " Dua rokaat yang dikerjakan oleh hamba pada waktu tengah malam adalah lebih baik baginya dari dunia dan isinya". Imam Bukhori dan Imam Muslim meriwayatkan, bahwa Rasulullah bangun tiap-tiap malam mengerjakan shalat sehingga melelahkan kakinya. Dalam riwayat lain dari Aisyah, bahka kaki Rasulullah bengkak karena menjalankan sujud dan dzikir di sepertiga malam.

Keutamaan ibadah di malam hari dapat meninggikan derajat dan membebaskan api neraka. Melaksanakannya sangat sulit dan terasa berat. Apalagi pada situasi dan kondisi saat ini. Di saat struktur kehidupan telah disibukkan oleh pekerjaan di siang hari yang membutuhkan kosentrasi dan tenaga ekstra.

Bahkan sering dijumpai lembur hingga jam sepuluh malam. Bangun malam untuk ibadah sangat sulit. Karena itulah Rasulullah bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim "Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah sholat malam". Yaitu qiyamul lail atau tahajut". Bagaimana agar dalam jiwa kita ada kemudahan dalam menghidupkan Ramadhan dengan sujud dan dzikir? Di bawah ini ada kita, semoga bermanfaat untuk kita laksanakan.

Pertama adalah dengan menguatkan tekat, niat dan komunitas. Saat akan tidur berniat agar dapat bangun sepertiga malam dan mampu sujud dan dzikir. Berilah alarm agar ada pengingat. Bentuklah komunitas dalam keluarga tradisi menghidupkan malam dengan sujud dan dzikir.

Kedua, saat Ramadhan ini matikan saja televisi di rumah Anda. Maaf ini harus dilaksanakan karena saat ini kehadiran televisi di rumah kita telah menjadi pengganggu kekhusyu'an ibadah. Tidak sedikit di rumah-rumah muslim saat Ramadhan dihiasi dengan beraneka siaran TV. Saat makan sahur ditemani oleh para pelawak yang cenderung mengeraskan hati. Karena acaranya memikat, maka kita lalai untuk bersujud dan berdzikir. TV telah mengalihkan konsentrasi ibadah ke perkara yang tak berfaedah. Ingin khusyu' dalam sujud dan dzikir, matikan saja TV.

Ketiga, isilah perut Anda sepantasnya saja. Jangan terlalu kenyang. Hilangkan kebiasaan jelek pola makan balas dendam. Maksudnya adalah saat berbuka makan sebanyak-banyaknya karena siang tidak makan, balas dendam karena siang tidak makan. Jika makan tidak terlalu kenyang harus diimbangi dengan minum yang banyak. Memperbanyak air masuk ke perut akan memudahkan bangun sepertiga malam dan tidak menjadikan malas saat bangun sehingga menggiatkan sujud dan dzikir.

Keempat, aturlah keseimbangan hidup di siang harinya. Siang hari tidak terjebak pada rutinitas stress, capek, dan urusan membelenggu yang tidak terselesaikan sehingga menjadi beban. Lepaskan siang saat menjelang tidur. Iringi tidur dengan dzikir permohonan ampun, beratasbih dan tahlil. Berwudlu sebelum tidur. Hal ini juga berarti harus mengatur jam tidur. Harus berani menghindari kebiasaan tidur terlalu malam hanya disibukkan oleh hal-hal tidak berfaedah.

Kesempatan terbaik saat ini melatih diri memanfaatkan malam-malam Ramadhan dengan sujud dan dzikir. Suasana indah Ramadhan akan mampu membawa kekhusyu'an. Dan pembiasaan menghidupkan Ramadhan dengan tahajud berdampak pembiasaan. Pasti berlanjut walau Ramadhan telah berlalu. Di luar Ramadhan pun kita seperti disebut dalam Al Qur'an Surat Al Furqon ayat 64 yaitu hamba yang menghabiskan malam harus dengan bersujud dan berdizkir. "Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka".

Kebahagiaan Ini Janganlah Cepat Berlalu

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar Walillahilhamd, demikian gema takbir terdengar mengiringi munculnya mentari kebahagiaan pada setiap insan. Menyeruak di setiap degup jantungnya dan mengalir pada kebeningan mata sebagai tanda kebahagiaan yang tiada tara.

Memang ada kebahagiaan pada orang-orang yang merayakan Idul Fitri, tapi ada pula yang dalam menyambutnya, mereka biasa saja. Yaitu mereka yang selama bulan Ramadhan atau sebagian dengan sengaja tidak berpuasa. Adapun bagi mereka yang berbahagia dalam menyambutnya, bisa jadi karena punya perasaan terbebas dari puasa yang membelenggunya selama bulan Ramadhan, atau karena punya duit banyak dan baju baru untuk menyambutnya. Yaitu mereka yang berpuasa sebulan penuh tapi tidak mendapatkan pahala, karena sering berbuat maksiat.

Namun, ada pula yang berbahagia dengan Idul Fitri karena memang haknya untuk berbahagia sebagai kompensasi ia berpuasa dengan ikhlas mengharap ridloNya selama bulan Ramadhan. Kebahagiaan bagi orang-orang yang seperti itu, biasanya berharap untuk tidak berlalu cepat darinya, mereka menginginkan kebahagiaan tersebut terus ada pada dirinya agar ia dapat meraih kebahagiaan yang lebih abadi, yaitu bertemu Tuhannya.

Inilah yang dijanjikan oleh Allah dalam hadist qudsiNya :"Bagi yang berpuasa, akan dapat dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya, yaitu kebahagiaan ketika ia berbuka (atau berlebaran) dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Tuhannya (dengan membanggakan puasanya)"(Muttafaq alaih).

Yang dimaksud dengan kebahagiaan bagi seseorang (yang berpuasa) ketika berbuka atau berlebaran, adalah sesuatu yang nyata dan riil. Pada waktu-waktu yang lain diluar Ramadhan, ketika seseorang mendengar takbir adzan Maghrib lebih banyak ia mengabaikannya, bahkan tidak ada perasaan bahagia sedikitpun. Apalagi jika gema takbir adzan Maghrib tersebut mengganggu kesenangannya dengan sesuatu, misal sedang asyik menonoton pertandingan sepak bola, bisa-bisa ia akan mengeluh mendengar adzan Maghrib.

Namun hal itu berbeda bagi orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, tidak ada kebahagiaan baginya kecuali ketika takbir adzan Maghrib dikumandangkan. Demikian juga dia akan sangat bahagia ketika mendengar takbir 'Idlul Fithri, inilah kebahagiaan yang pertama.

Dan biasanya ciri orang-orang yang bahagia dalam menunggu seseuatu yang disenanginya, adalah suka berkorban demi tercapai keinginannya. Misalnya seseorang ketika akan nonton pertandinngan yang sangat digemarinya, pastilah ia akan melakukan semua hal yang bisa mewujudkan tercapainya kebahagiaan berupa nonton pertandingan, misalnya mencari uang untuk membeli tiket dan sebagainya. Dan juga ketika seorang ibu menjanjikan kepada anaknya sesuatu yang sangat disukainya, maka pastilah sang anak akan melakukan apa saja yang disyaratkan oleh ibunya untuk mendapatkannya.

Demikian pula dengan orang-orang yang berpuasa, agar kebahagiaan bisa dicapai dengan sempurna, maka ia harus melakukan amal sholeh lainnya yang dianjurkan untuk mengisi penantiannya, misalnya membaca Al Qur'an, berdzikir, sholat dan sebagainya.

Hal itu karena Rasulullah menganjurkan bagi orang yang berpuasa ketika menjelang berbuka dan setelahnya untuk melakukan hal-hal yang positif agar bisa mendukung kebahagiaan yang pertama yaitu berbuka dan berlebaran, serta menganjurkan pula untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa 'merusak' datangnya kebahagiaan tersebut. Dan diantara yang dianjurkannya adalah memperbanyak dzikir, istighfar, do'a, membaca Al Qur'an dan bersemangat sholat berjama'ah serta bersedekah. Karena menurut Ibn Abbas, Rasulullah SAW adalah manusia yang terbaik melakukan kebajikan di bulan Ramadhan. Dari Ibn Abbas ra., bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan beliau paling bermurah hati (pada kebajikan) dalam bulan Ramadhan, yaitu ketika Jibril menemuinya, setiap malam di bulan Ramadhan, Jibril menemuinya untuk mengajar Al Qur'an, Rasulullah adalah pribadi yang sangat mulia, bahkan lebih mulia daripada angin (yang mengandung hujan yang dikirim Allah) untuk mendatangkan kebaikan (H.R Bukhori).

Demikian juga beliau melarang melakukan hal-hal yang merusak pahala puasa, sehingga tidak bisa menggapai kebahagiaan yang pertama tersebut. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Puasa adalah perisai. Maka orang yang berpuasa janganlah berkata kotor dan berbuat bodoh…"(Bukhori).

Demikian juga dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW bersabda: "Siapapun yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan tindakan jahat (pada bulan Ramadhan), Allah tidak membutuhkan puasanya"(Bukhori).

Dengan demikian kebahagiaan yang sempurna ketika berbuka dan berlebaran, hanya bisa dicapai oleh orang yang berpuasa dengan jalan memperbanyak kebajikan dan menjauhi perilaku-perilaku jahat selama masa penantiannya (yaitu ketika berpuasa).

Kebahagiaan setelah itu atau kebahagiaan kedua adalah kebahagiaan seorang yang berpuasa ketika bertemu dengan Tuhannya seraya membanggakan hasil puasanya kelak di akhirat. Inilah kebahagiaan yang abadi, kebahagiaan yang diharapkan oleh semua makhluk di alam semesta ini. Dan saat sekarang kebahagiaan abadi ini hanya bisa dirasakan dan digambarkan lewat kebahagiaan yang pertama tersebut yaitu kebahagiaan seorang yang yang berpuasa ketika mendengar takbir adzan maghrib dan takbir Idul Fitri.

Oleh karena itulah, agar kebahagiaan-kebahagiaan ini bagi yang berpuasa tidak cepat-cepat berlalu darinya, sehingga tidak hanya sekedar bahagia di malam takbiran Idul Fitri dan setelah itu terjerembab kembali dalam dusta-dusta cinta duniawi yang menyeretnya berbuat maksiat kembali. Maka para alumni Ramadhan harus bisa tetap menjaga hubungan romantisnya dengan Allah SWT, sebagaimana pernah dilakukan di Ramadhan.

Tetaplah mengukir kenangan manis dari romantika tersebut, dengan menjaga kekhusyukan sholatnya, keistiqomahan dalam berdzikir, beristighfar dan membaca Al Qur'an serta selalu menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang mengundang murka Allah SWT di bulan-bulan setelah romadlon. Dan apabila hal ini tetap bisa dilakukan pasca Rsmadhan, Insya Allah kemesraan dan kebahagiaan tidak akan cepat berlalu dari diri alumni Ramadhan.Wallhu A'lam
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk Al Kayyis

Friday, November 10, 2006

pahit getirnya kehidupan tetah aku jalani,kini ku mengarapan kebahagiaan dari orang2 yang aku sayangi,keluarga,sahabat dan juga kekasih,kadang saat-saat aku bersama mereka canda tawa selalu ada,kebahagiaan juga ada pada diriku dan mereka,namun jika kusendiri kuhanya bisa merenungi nasib aku yang gak taw nantinya jalan hidupku dimasa depan kadang jg kumerasa kelam akan masa depanku karena orang yang sekian lama mengisi hatiku lom pernah aku temui,aku emang aku ditakdirkan seperti ini................tapi gak masalah bagiku sekarang ini gak gak peduli soal masadepanku sendiri yang paling penting dalam hidupku keluarga terutama ma adik2ku yg masih kecil2 aku harus bisa nurutin dan jalani apa pesan ibu {almr}sebelum itu tercapai masadepan nnati2 dulu yang penting aku bisa jalaninya semua.Amin thank's ya alloh engakau telah memberi kebahagiaan dlm keluarga kami walau bayak cobaan dan berbagai rintangan kami bisa jalaninya,dengan kesabaran dan ketabahan serta keiklasan hatiku semaunya bisa terselesai dan hidup kami bisa jadi mudah Amin.Namun masih satu hal yang lom engkau kabulkan ya alloh kami ingin kakak bisa cepat kembali ma keluarga,Ya alloh tunjukan kami keberadaannya kakak.

Thursday, November 02, 2006

The life was the barrier that must be dealt with by the struggle that must be won by the secret that must be dug up and the gift that must be utilised as well as possible.
don’t only fantasised, did something so that the illusion could be the reality.
With living knowledge will be still being easy, or living art will become beautiful, with the living religion will be still being directed.
Undergo this life or relaxed but serious and don’t also was too ambitious because if fell will be too painful faced some the reality patiently and received or The sincerity
heart